Minggu, 05 Agustus 2012

story of jukamti


(DIA BUKAN UNTUKKU)


Aku tengah berdiri disebuah pesta yang luar biasa megah dengan mulut ternganga dan mata yang nyaris tak mampu berkedip , tak perlu ku menunggu banyak waktu lagi untuk membuatku sadar bahwa aku mengenal dia.Bagaikan ada seember air dingin yang disiram perlahan-lahan di atas kepala ku , jelas ku rasakan tubuh dan otakku membeku , seisi kepala ku berdenyut sakit , belum pernah kurasakan ada rasa sakit yang begitu menyakitkan seperti kini yang tengah mendesalku hingga dadaku terasa sesak dan nafasku tersengal-sengal .
Suara keramaian disekelilingku perlahan-lahan menghilang , mendadak seluruh orang yang ada diruangan itu mematung. Seakan-akan aku merasakan dunia mengecil didepan mataku dan yang dapat kulihat dengan jelas saat itu cuma satu , hanya gadis itu , gadis yang berdiri didepan dia mengenakan gaun putih terindah yang membalut tubuh mungilnya , bemandikan cahaya berwarna keemasan membuat wajahnya yang lembut tengah kian mempesona. Gadis itu , gadis yang selama ini setengah mati kurindukan , gadis yang tiga tahun silam kutinggalkan untuk menyelesaikan studiku diluar negri . gadis yang kurindukan itu kini tengah berdiri beberapa belas meter dari hadapanku , ingin ku menghampirinya kesana , mendengar celotehan yang keluar dari mulut nya yang super bawel itu dan mencubit pipinya yang cubby juga hidungnya yang pesek.
Tapi aku tak sanggup untuk melakukan nya kakiku seolah terpatri dilantai tidak mau beranjak , biar bagaimanapun kukerahkan semua tenaga yang tersisa di dalam tubuhku , karena didepan sana dia tidak sendirian , ada seorang laki-laki disamping kanannya , laki-laki yang sangat menyayanginya dan akan menemaninya seumur hidupnya.
Aku sunguh tak mengerti apa yang harus kulakukan , sakit ini luar biasa menderaku hingga sekujur tubuhku mengigil menahan perih , detik itu aku baru tahu bahwa hal yang paling menyakitkan didunia ini adalah ketika kamu melihat seseorang yang kamu cintai berada didekatmu namun tak seujung kukupun kamu berhak atas dirinya.Kupandang sosoknya dengan getir , mataku mulai diburamkan oleh tirai air mata , tapi masih dapat dengan jelas kulihat raut wajahnya yang berlumur kebahagiaan .


Aku tau sampai saat ini aku masih mencintainya , teramat sangat mencintainya , namun akan kupastikan jika dia bahagia akupun akan bahagia .
Bagiku dia kini bagaikan seekor ikan dalam aquarium , hanya dapat kupandangi , hanya dapat ku kagumi , tapi sampai kapanpun aku tak akan mengeluarkannya dari tempatnya.
Karena kini dunianya bukan lagi duniaku , dan duniaku bukan lagi dunianya pada akhirnya aku harus belajar mencintainya dengan caraku sendiri , sekalipun aku harus memanggilnya kakak ipar mulai malam ini …

Tidak ada komentar:

Posting Komentar