(DIA BUKAN
UNTUKKU)
Aku tengah berdiri disebuah pesta yang luar biasa megah dengan mulut
ternganga dan mata yang nyaris tak mampu berkedip , tak perlu ku menunggu banyak
waktu lagi untuk membuatku sadar bahwa aku mengenal dia.Bagaikan ada seember
air dingin yang disiram perlahan-lahan di atas kepala ku , jelas ku rasakan
tubuh dan otakku membeku , seisi kepala ku berdenyut sakit , belum pernah
kurasakan ada rasa sakit yang begitu menyakitkan seperti kini yang tengah
mendesalku hingga dadaku terasa sesak dan nafasku tersengal-sengal .
Suara keramaian disekelilingku perlahan-lahan menghilang , mendadak seluruh
orang yang ada diruangan itu mematung. Seakan-akan aku merasakan dunia mengecil
didepan mataku dan yang dapat kulihat dengan jelas saat itu cuma satu , hanya gadis
itu , gadis yang berdiri didepan dia mengenakan gaun putih terindah yang
membalut tubuh mungilnya , bemandikan cahaya berwarna keemasan membuat wajahnya
yang lembut tengah kian mempesona. Gadis itu , gadis yang selama ini setengah
mati kurindukan , gadis yang tiga tahun silam kutinggalkan untuk menyelesaikan
studiku diluar negri . gadis yang kurindukan itu kini tengah berdiri beberapa
belas meter dari hadapanku , ingin ku menghampirinya kesana , mendengar
celotehan yang keluar dari mulut nya yang super bawel itu dan mencubit pipinya
yang cubby juga hidungnya yang pesek.
Tapi aku tak sanggup untuk melakukan nya kakiku seolah terpatri dilantai
tidak mau beranjak , biar bagaimanapun kukerahkan semua tenaga yang tersisa di
dalam tubuhku , karena didepan sana dia tidak sendirian , ada seorang laki-laki
disamping kanannya , laki-laki yang sangat menyayanginya dan akan menemaninya
seumur hidupnya.
Aku sunguh tak mengerti apa yang harus kulakukan , sakit ini luar biasa
menderaku hingga sekujur tubuhku mengigil menahan perih , detik itu aku baru
tahu bahwa hal yang paling menyakitkan didunia ini adalah ketika kamu melihat
seseorang yang kamu cintai berada didekatmu namun tak seujung kukupun kamu
berhak atas dirinya.Kupandang sosoknya dengan getir , mataku mulai diburamkan
oleh tirai air mata , tapi masih dapat dengan jelas kulihat raut wajahnya yang
berlumur kebahagiaan .
Aku tau sampai saat ini aku masih mencintainya , teramat sangat
mencintainya , namun akan kupastikan jika dia bahagia akupun akan bahagia .
Bagiku dia kini
bagaikan seekor ikan dalam aquarium , hanya dapat kupandangi , hanya dapat ku
kagumi , tapi sampai kapanpun aku tak akan mengeluarkannya dari tempatnya.
Karena kini
dunianya bukan lagi duniaku , dan duniaku bukan lagi dunianya pada akhirnya aku
harus belajar mencintainya dengan caraku sendiri , sekalipun aku harus
memanggilnya kakak ipar mulai malam ini …
Tidak ada komentar:
Posting Komentar